Saya sudah cukup lama mempunyai akun twitter, tepatnya di awal tahun 2009, bulannya saya lupa. Sejak pertama kali mengenalnya, sampai sekarang, sama sekali tidak ada yang berubah. Batasan tweet masih 140 karakter, ikonnya juga masih manuk emprit, tampilan situs juga hampir sama.
Oh ya saya lupa, ternyata ada juga yang berubah. Pertama adalah tagline-nya. Kalau dulu tagline-nya “what’s on your mind” sekarang sudah diganti dengan “what’s happening”. Dan satu perubahan lagi yang saya rasa cukup mengganggu, yaitu semakin banyaknya brand-brand komersial yang “berjualan” di twitter. Tidak sekedar beriklan sendiri, tapi mereka juga merekrut beberapa tweeps yang populer dan pengikutnya banyak untuk berkampanye. Tanpa saya sebutkan pun mungkin anda sudah tahu kan?
Ya saya tahu, beriklan di sosial media itu hak mereka, juga hak bagi tweeps yang mereka rekrut untuk beriklan. Apalagi twitter kian populer di negeri ini. Dengan sedikit “godaan” berupa kuis, tebak-tebakan berhadiah dan sejenisnya, dengan mudah mereka menarik perhatian tweeps. Saya sendiri, jujur, pernah juga terjebak juga untuk mengikuti salah satu kuis yang mereka tawarkan. Hasilnya? maaf anda belum beruntung :(
Lalu, apa yang mengganggu, toh kamu, eh maksudnya saya, juga tertarik dengan iklannya?
Iya, saya memang pernah mengikuti. Saya bilang pernah, bukan sering, apalagi selalu, dan itu juga cuma sekali. Artinya saya baru “tersesat” sekali :D. Gangguannya adalah :
- Saya tidak suka iklan, dan brand-brand itu (ditambah dengan tweeps yang mereka rekrut) seperti salesman yang terus-menerus menawarkan produknya secara masih walaupun kita sudah berpuluh kali menolaknya.
- Banyak informasi atau sekedar celotehan iseng terkubur oleh ratusan tweet yang isinya cuma iklan, apalagi saat ada kuis yang sedang digelar, saya bahkan kadang harus me-mute timeline saya. Untung di DestroyTwitter, aplikasi twitter yang biasa saya gunakan, ada fitur away yang fungsinya untuk membekukan timeline kita.
- Di Twitter saya tidak bisa memindah channel layaknya televisi. Mungkin suatu saat Twitter akan membuat fitur yang berfungsi untuk me-mute tweet yang berisi keyword tertentu :D
Dan akhirnya, sekarang saya hanya bisa pasrah melihat begitu banyak brand yang dengan nyamannya membanjiri timeline saya lewat rainmaker-rainmaker yang direkrut mereka. Saya sama sekali tidak mem-follow mereka, kecuali akun dari sebuah perusahaan rokok yang setiap akhir pekan selalu menyajikan livetweet bola, dan saya mem-follow-nya hanya saat ada pertandingan bola yang tidak bisa saya tonton secara langsung :D
Kalo di Tuitwit ada fitur mute tapi untuk nge-mute account, belum ada yg by keyword kayanya.. Kadang2 ya kerasa keganggu juga ya, berasa disodorin iklan terus2an. Tapi kadang2 menyenangkan juga melihat (dan ikutan) teman2 ikutan kuis2 ringan begitu. Apalgi kalo dapet hadiah hiburan.. lumayaaann :D
emang sih pertama menyenangkan, tapi karena keseringan jadi terasa cukup mengganggu
emang sih pertama menyenangkan, tapi karena keseringan jadi cukup mengganggu
Tapi merokoknya memang niat dikurangi kan? Cekernya bole nambah..
rokok sudah jauh berkurang mas, kalau ceker sih menu wajib :D
ngiklan di media sosial memang sebuah alternatif bagi mereka yang tidak mau mengeluarkan biaya mahal. gitu kan bro? :)
Saya kok malah belum punya gan?
saya juga pernah kok ikut-ikutan kuisnya. Tapi nggak selalu. Cuma kalo lagi pengen nyepam di timeline aja, hahahha. Nggak, buat seru-seruan aja. Saya juga cuma ngikutin 1 aja, itupun jarang-jarang ikut kuis.. Selama nggak bayar sih nggak apa-apa.. hihihi.. *ngikir kuku*
saya barusan bisa twitteran, mas
dan sekali pernah ikutan kuis,
seru juga kadang
:D
Itu risiko, Glek!
Ketika ada air teduh, disitu pasti ada ikannya.
Dimana ada ikan tak lama kemudian para pemancing hingga nelayan pun berkumpul.
Kalau kamu tak siap, ya jangan ikutan meriung hehehe :)
Jadi, terlepas suka atau tak suka, hal yang lebih penting menurutku adalah beradaptasi :)
saya walaupun punya akun twitter, dan juga masih menggunakannya, tapi tidak tahu apa itu yang namanya mute timeline :D
Maklumlah, penggunaan twitter hanya utk update status blog aja + formalitas-dehida
Omong-omong Twitter, Saya masih jarang pakenya ketimbang dengan Facebook…
masih lebih nyamanan main plurk..walaupun sekarang saya udah jarang main plurk (doh)
Lebih gampang pake tweetdeck. Dengan tweetdeck kita bisa memfilter orang-orang tertentu agar tidak muncul tanpa unfollow dia.