Cekerholic

Personal Playground of Aris FM

Hari Buruh dan Nasib Buruh Sektor Informal

01 May 2010 off topic 13 Comments

Hari ini, tanggal 1 Mei 2010, jalanan di kota-kota besar di Indonesia (dan mungkin di seluruh dunia) disesaki oleh para buruh yang berunjuk rasa memperingati hari buruh. Seperti tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya, yaitu menuntut perbaikan kesejahteraan nasib.

Saya sendiri juga seorang buruh, tepatnya adalah buruh yang bekerja di sektor informal. Nama saya tidak terdaftar di Dinas Ketenagakerjaan, gaji tidak mengikuti standar UMR (Upah Minimum Regional), tidak ada yang namanya Jamsostek, tidak ada jam kerja resmi.

Jadi posting ini tujuannya untuk membicarakan nasib saya? Hahaha tentu tidak, eh mungkin iya juga sih :D.

Sekarang mari kita bandingkan nasib buruh yang resmi dengan yang informal.

Buruh yang resmi (maksud saya yang bekerja di sektor formal) dilindungi oleh Undang-undang ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003). Artinya mulai dari UMR, jam kerja, tunjangan dan perlindungan pekerja diatur oleh negara. Walaupun UU tersebut dipandang masih terlalu merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha (lihat salinan UU 13 tentang ketenagakerjaan disini), setidaknya mereka masih diperhatikan oleh negara. Selain itu banyak juga LSM yang dengan keras menyuarakan perbaikan nasib mereka.

Buruh sektor informal adalah buruh yang bekerja di perusahaan yang tidak berbadan hukum. Mereka tidak dilindungi negara (melalui UU), mereka jarang diperhatikan oleh LSM, dan mereka jarang dipublikasikan oleh media. Dengan kata lain mereka bernasib jauh lebih buruk daripada teman-teman buruh yang bekerja di sektor formal. Nasib mereka tergantung oleh kebijakan perusahaan tempat mereka bekerja. Syukur-syukur kalau bos-nya baik dan pengertian terhadap nasib mereka, lha kalau bos-nya kayak Westerling gimana?

Jumlah mereka saya yakin tidak kalah banyak dibandingkan buruh formal, bahkan sangat mungkin jauh lebih banyak dibandingkan buruh formal. Contoh mudahnya, silakan datang ke Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta. Disana ribuan buruh informal bekerja keras tiap hari. Mulai dari penjaga toko, kuli angkut, dan berbagai pekerja kasar lainnya bekerja dengan upah yang jauh di bawah standar.

Dan ketika ribuan buruh (formal) berdemonstrasi besar-besaran hari ini, dimanakah mereka (para buruh informal)? Mereka tetap bekerja karena mereka tidak bisa seenaknya mogok kerja untuk berdemo, mungkin sambil menggerutu karena tidak bisa ikutan demo.

gambar dari BBC Indonesia

13 Comments

  1. by endar on 2 May 2010 at 2:03 am. # | Reply

    bener juga ya buruh informal saat ini jarang yang memperhatikan

  2. by Bantal on 1 May 2010 at 8:56 pm. # | Reply

    Demooooo wae. Menurutku kalo ribuan orang demo itu malah kemungkinan naik gaji semakin kecil… Memange pabrik duit bisa tiba2 naikin gaji ribuan orang dalam waktu yang sama :O

    Kenaikan gaji nek digilir kan yo karuane lebih masuk akal to… kecuali nek setiap taon gak pernah naik blas, ya dijotos wae boss e :D

    Btw iki meh komen wae kok disuruh login harang si… ngrewuhi…

    • by Aris FM on 1 May 2010 at 2:15 pm. # | Reply

      nggak login bisa kok, kan di bawah ada form komen seperti biasa. Ini lagi nyoba pake disqus, kayaknya keren dan simpel. Kalo emang ngribetin ya udah besok tak uninstal meneh

    • by Oglek on 1 May 2010 at 11:21 pm. # | Reply

      nggak login bisa kok, kan di bawah ada form komen seperti biasa. Ini lagi nyoba pake disqus, kayaknya keren dan simpel. Kalo emang ngribetin ya udah besok tak uninstal meneh

  3. by ario saja on 2 May 2010 at 9:14 am. # | Reply

    ternyata nasib yang lebih mengenaskan dari buruh formal ada yah !!!!

  4. by ossmed on 2 May 2010 at 5:56 pm. # | Reply

    mudah-mudahan tidak lagi terkekang oleh aturan outsorching lagi

    mampir dong
    penyakit GO:yang menular melalui hubungan seksual

  5. by Irawan on 2 May 2010 at 6:43 pm. # | Reply

    semoga buruh di Indonesia bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya..

  6. by warm on 2 May 2010 at 6:56 pm. # | Reply

    gak ngerti saya kalo terkait soal aturan2 buruh,
    pokoknya urun doa saja lah

    smoga besok nasib semua pekerja dari sektor manapun di negeri ini akan semakin membaik
    :)

  7. by DV on 4 May 2010 at 12:30 pm. # | Reply

    Hehehe tulisan yang menarik, Glek!
    Soal buruh itu tak hanya jadi issue di Indonesia kok.. dimanapun dan sampai kapanpun tetap akan ada…. termasuk di Australia ini.

  8. by jensen99 on 4 May 2010 at 3:19 pm. # | Reply

    Perasaan waktu saya terakhir kali komen di blogmu alamatnya bukan disini deh. Atau saya yang salah alamat ya? :roll:

    Sampai kapanpun juga rasanya nasib buruh di Indonesia akan selalu begitu2 saja. Susah tuk bisa dapat lebih dari yang ada sekarang. Sementara buruh formal selalu nuntut naik upah dan penghapusan buruh kontrak, buruh informal paling2 cita2nya adalah jadi buruh formal…. lalu bisa ikut demo. :)

    • by Oglek on 4 May 2010 at 3:51 pm. # | Reply

      hihihi saya udah pindah bro, ini masih baru kok, masih anget :D

  9. by tary sonora on 4 May 2010 at 11:23 pm. # | Reply

    lihat aja ntar 1 mey 2011, masih kayak gini juga keadaannya, demo nggak bakal diperhatiin pemerintah keinginan2 mereka itu. kasian yah nasib buruh di indonesia.

  10. by macangadungan on 5 May 2010 at 2:22 pm. # | Reply

    aaa… suka layout blognya!!
    *fokus* aku pas nonton beritanya agak miris, ternyata apa yg dituntut oleh para buruh tiap tahun selalu sama. berarti sudah berapa tahun nih demo buruh dicuekin tanpa tindakan berarti dari pemerintah?

Leave Your Comment Here