Banyak orang yang beranggapan kalau musik dangdut akan segera tenggelam, tergerus oleh gempuran musik-musik “modern”. Kalau dilihat dari semakin sedikitnya lagu atau artis dangdut baru yang muncul, boleh jadi anggapan itu benar. Tapi kalau dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap musik dangdut, saya dengan mantap dan penuh keyakinan akan mengatakan “musik dangdut belum mati dan tidak akan pernah mati!!”

Dangdut seringkali dianggap sebagai musik ndeso, ketinggalan jaman, seronok, dan nggak gaul. Di facebook sering sekali saya menemukan seorang user yang menuliskan kata-kata seperti “musik apa aja kecuali dangdut!” di info profilnya. Bahkan sebuah grup yang bernama All About Music secara terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai grup anti dangdut. Sungguh aneh, wong namanya aja semua tentang musik kok nggak mau ngakuin dangdut, emang dangdut bukan musik ya?
Jujur, saya dulu juga malu untuk ngakuin kalo saya adalah pecinta dangdut. Rasanya malu aja kalau sampai teman-teman tahu kalo saya suka dangdut :D. Padahal, kalau ada konser dangdut atau Organ Tunggal saya hampir tidak pernah absen :lol:
Sejak kecil saya sudah kenal musik dangdut jauh sebelum saya mengenal musik lainnya. Di radio saban hari selalu dipenuhi dengan program musik dangdut, Organ Tunggal pun sering tampil saat ada hajatan seperti nikahan atau sunatan. Tak heran kalau telinga pun akrab dengan suara seruling dan gendang. Lagu-lagu dari artis dangdut seperti Rhoma Irama, Meggy Z, dan Evie Tamala pun hafal di luar kepala.
Kenapa sekarang dangdut tak lagi berjaya di udara seperti dulu?
Jawabannya sangat beragam. Pertama ya itu tadi, banyak yang merasa malu dan gengsi untuk mengakui kalau dia suka dangdut. Kedua, musik dangdut dianggap hanya laku di kalangan menengah ke bawah sehingga banyak dapur rekaman enggan menggarapnya. Ketiga, banyak artis dangdut (terutama yang kelas kampung) merendahkan martabat dangdut sendiri dengan menjual goyangan nan vulgar bin seronok. Dan masih banyak lagi alasan lainnya, silakan disebutkan sendiri :D
Dapatkah dangdut berjaya kembali?
Terus terang saya sendiri ragu apakah dangdut bisa kembali menggapai masa jaya seperti ketika jaman Rhoma Irama dengan Sonetta-nya itu. Tapi saya berharap suatu saat akan muncul kembali raja-raja dan diva-diva dangdut yang bisa mengibarkan kembali panji-panji dangdut.
Dangdut boleh saja tenggelam ditelan musik-musik pop melayu dan musik-musik lainnya, tapi dangdut tidak akan pernah mati. Setidaknya sampai sekarang saya masih melihat kejayaan dangdut melalui kelompok musik dangdut seperti Monata, Palapa dan lain-lainnya yang masih laris manis manggung di berbagai daerah. Dan saya pun sekarang dengan bangga akan mengatakan “Dangdut is the Music of My Country”. Digoyang mas!!! ser … ser … ser …
gambar diambil tanpa izin dari Google
Glek, untuk terus hidup, sesuatu tak harus menggapai masa jaya..
Dangdut, seperti halnya keroncong, akan tetap hidup meski tak pernah besar…
Betul dab, biarpun udah nggak jaya kayak dulu lagi, tapi setidaknya sampai sekarang masih banyak radio-radio yang muter musik dangdut. Biar gak jaya yang penting tetep eksis
ceroboh kalau ada orang bilang dangdut mati.. enak ajah.. :evil:
wah asik ada temennya jadi penggemar dangdut :D
besok kalo kopdar duet yuk :mrgreen:
Dangdut itu kan volk music yah…biasanya digemari kalangan bawah atau generasi uzur, di Jerman namanya Schlagermusik…. lagunya mendayu-dayu dan musiknya biasanya pake akordion itu loh. Di sini juga anak muda gengsi denger Schlagermusik tapi ternyata penjualan CD nya yang paling laris, karena pembalinya justru para kaum ‘tua’ yang punya duit :) Di USA juga kalau gak salah Country Music omzetnya juga besar.
Tapi nih, di Jerman beberapa tahun terakhir ini mulai banyak penyanyi2 muda yang ayu dan ganteng nyanyi sejenis Schlagermusik tapi lebih modern baik dari penampilan,video clip dan musiknya. Di USA juga kan belakangan banyak country singer yg muda2 dan keren yg mempopulerkan county music di kalangan anak muda (Taylor Swift, Carrie Underwood, LeAnne Reames, dll -sorry kalo penulisan nama salah).
Dangdut juga kan kalau yang nyanyi Ikke Nurjanah atau Evie Tamala gitu keren kan…mereka cantik, penampilannya gak norak, bahkan waktu aku mudik dulu mereka di Jakarta manggung juga di cafe2 kelas atas.
Jadi kesimpulannya musik rakyat tidak akan mati apabila formatnya disesuaikan dengan jamannya :)
Setuju ama komennya mbal Ayu :)
#gak kreatif nih gue :P hehehe
anw… gue gak terlalu suka dangdut.. bukan krn ada kelas2nya.. tapi lbh seneng jazz. soal selera aja keknya
Saya setuju dengan kesimpulan Mbak Ayu, tapi masalahnya dangdut sampai sekarang belum mampu menyesuaikan diri dengan jaman alias masih gitu-gitu aja. Alhasil dangdut sekarang seperti hidup segan mati tak mau
Aku nggak penggemar dangdut, bukan karena sentimen terhadap golongan tertentu. Cuman gak cocok aja, terutama di bagian suara “Duutt” nya..
*dung cek dung dung, cek dung DUUUT” itu… haha… entah kenapa seperti seekor belut yang melilit perutku, jadi merinding merinding gimanaaa gitu :lol:
LOL, justru bagian “Duutt” itu lho mantepnya dangdut
iya …
pencinta dangdut kayak gag bosen sama dangdut ….
tiap orang hajatan mesti yang diputer dangdutan..
bosen dewe aq dengere.heheehehehee
soalnya dangdut itu musik rakyat dan bagi penggilanya tak pernah ngebosenin :D
Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-bening bila memang memungkinkan , salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien
kalo gw, musik apa aja suka. asala lagunya enak di denger. jadi tidak memilah aliran musik, tapi hanya memilah lagu yang enak (menurut gw) didenger dan gak enak didenger. itu saja!
terserah orang mau bilang apa….musik itu selera
Let’s dangduts!!!! :D
soal selera memang gak bisa dipaksa. Hidup dangdut!!
Kalau saya sih paling suka dadngdut koplo.. Josh jhos.. gitu :p
oot, manggunakan @font-face apa nggak boros bandwith gan?
btw, font yang digunakan legal-kah?
:)
Ahahaha kalau dangdut koplo mah saya juga suka, apalagi yang live :D
untuk font-face nya saya menggunakan League Gothic untuk heading dan Preciosa untuk drop cap. Kalau urusan bandwith saya ndak tahu karena saya cuma nunut di server orang, tapi katanya sih unlimited :). Untuk urusan lisensi, League Gothic adalah open source sedangkan Preciosa tidak menyertakan keterangan lisensi yang jelas, hanya di read me-nya ada keterangan bahwa font ini free to distribute. Jadi saya kira semua font yang saya pakai disini legal.
Wah, ngga tau tuh masalah dangdut. Kalau saya sekarang balik lagi ke 90′s.
wew, kebetulan saya juga sedang mulai menyukai musik 90-an nih
Musik dangdut hancur karena kelakuaan para penyanyinya sendiri. Beda dengan penyanyi dangdut jaman dulu yang memang ingin membuat dangdut jaya.
Pada dasarnya saya setuju dengan pendapat anda, tapi tidak hanya kelakuan penyanyi yang bikin dangdut hancur, industri musik yang semakin kapitalis menurut saya berperan lebih besar :)
dangdut kalau musik dan liriknya bagus cukup menyenangkan untuk dinikmati, aku sih kurang suka juga dengan musik dangdut, apalagi dangdutan masa kini, yang judul, lirik dan penyanyinya terkesan seronok. tapi kalau musik dangdut era rhoma irama, aku masih suka dengerin, terutama dirumah ortuku penggemar segala jenis musik bro, muali dari oldies, jazz sampe dangdut, jadi kebayang kalu seisi rumah muterin lagu2nya masing-masing bisa jadi campur sari. heheheheh
saya juga lebih menyukai dangdut lawas, dangdut model sekarang kebanyakan model koplo atau remix, nggak ada kualitasnya sama sekali
Wooo, uda punya rumah baru to. Lama tak bertamu…
Dangdut bagi saya adalah ekpresi terjujur dari masyarakat indonesia. Ya bisa kita liat waktu mereka mendengarkannya lepaaas…. Tancap gan!
Benar musik masalah selera, akar kita yang kental budaya melayu merupakan iklim yang paling cocok untuk berkembangnya musik dangdut. Klo sekarang METAL (MElayu toTAL) heheheheh…
wahahaha ini pasti dateng dari blog lama :D
Anda benar, setiap musik yang berbau melayu pasti digemari masyarakat, termasuk musik negeri jiran
Hmmm mas Aris, sama saya juga suka dangdut
ya kadang atau sering ada teman yang mengejek — ah ga gaul dangdutan, saya masih tetap Pede dengan menyetel Dangdut di telinga saya. Pernah kejadian Unik gara-gara saya naik panggung untuk joged dan nyawer di acara Touring (acara tahunan di perusahaan tempat saya bekerja) tiba-tiba aku diputusin sama pacarku :(
Banyak Cewek yang tidak suka Dangdut mas hehe
open little josss!!
open little josss!!!!!!!!!!!!
waduh jangan dong…
dangdut harus survive..
begadang jangan begadang.. oh..oh..
Cinta musik indonesia