Cekerholic

Personal Playground of Aris FM

WordPress Tips: Memaksimalkan Fungsi functions.php

22 Oct 2010 Wordpress 14 Comments

Dalam sebuah theme WordPress umumnya terdapat sebuah file bernama functions.php. File ini fungsinya hampir mirip seperti WordPress plugin, artinya file ini dapat mengaktifkan fitur-fitur WordPress tertentu yang secara default belum aktif seperti post thumbnail, navigation menu, theme widget dan lain-lain. Untuk lebih lengkapnya silakan lihat Function Reference di WordPress Codex. Selain mengaktifkan fitur standar WordPress, functions.php bisa juga kita manfaatkan untuk menggantikan fungsi plugin sehingga kita bisa meminimalkan penggunaan plugin di blog WordPress kita.

Berikut beberapa fitur di blog saya yang dijalankan oleh functions.php:

1. Menonaktifkan fitur auto-save
Saat menulis posting biasanya WordPress akan melakukan auto-save draft posting kita. Fitur ini sebenarnya bagus karena kita tidak perlu menyimpan draft posting secara manual dan juga mengurangi risiko posting yang kita tulis hilang karena mati listrik atau koneksi internet putus. Tapi fitur ini juga mengakibatkan database blog kita jadi membengkak, apalagi jika sebuah posting beberapa kali diedit, jadi saya memutuskan untuk mematikannya.

2. Memodifikasi tampilan komentar
Yang saya maksud adalah kode PHP dari daftar komentar, bukan tampilan CSS-nya.

3. Memfilter komentar dari admin blog (saya)
Komentar dari saya di blog ini secara otomatis tidak masuk dalam hitungan jumlah komentar di suatu postingan, tujuannya adalah supaya jumlah komentar yang tampil dalam posting benar-benar komentar dari pengunjung blog.
Fitur ini sebenarnya saya copy-paste dari sebuah plugin bernama Comment Counts Filter buatan Ainun Nazieb, seorang blogger Indonesia.

4. Modifikasi tampilan excerpt (ringkasan) posting
Fitur Excerpt default WordPress sangat jelek, semua format HTML otomatis akan hilang dalam sebuah excerpt posting. Sebenarnya cukup banyak plugin wordpress yang berfungsi untuk memodifikasi tampilan excerpt, tapi saya lebih suka memanfaatkan functions.php.

Masih banyak sekali fungsi-fungsi dari functions.php karena hampir semua plugin WordPress sebenarnya bisa digantikan dengan mengedit functions.php (tentu saja harus disertai dengan pengetahuan PHP yang memadai). Beberapa yang pernah saya coba adalah: menampilkan jumlah follower twitter, membatasi jumlah dan ukuran huruf dari widget tag-cloud, menampilkan status dari twitter, membuat auto bit.ly short-link dan beberapa fitur lainnya. Mungkin dalam posting-posting selanjutnya saya akan menulis tutorial yang berhubungan dengan functions.php, tunggu aja tanggal mainnya ;)

13 Comments

  1. by satrya on 22 October 2010 at 2:29 pm. # | Reply

    Untuk no 1 sih, saya tetap menghidupkannya. Soluisnya menggunakan wo optimize untuk menghapus post revision yg tersimpan di database.

    Cuma yg membatasi ukuran font di tag cloud saya gak tau, di tunggu ahh postingannya ;)

    • by Aris FM on 22 October 2010 at 5:09 pm. # | Reply

      post-revision saya disable dengan mengedit wp-config.php dengan menambahkan kode seperti ini:

      require_once(ABSPATH . 'wp-settings.php');
      define(’WP_POST_REVISIONS’, false);

      Widget tag-cloud default WP cukup jelek, default font sizing-nya menggunakan satuan point (pt), tag yang tampil jumlahnya 45 dll. Silakan ditunggu postingan tentang custom tag-cloud nya :D

  2. by tomi on 22 October 2010 at 6:02 pm. # | Reply

    nomor satu saya ttp mengaktifkannya.. trus ditambahkan plugin revision delete.. jadi di set akan sll delete kecuali auto save terakhir :D

    • by Aris FM on 22 October 2010 at 6:28 pm. # | Reply

      nanti saya coba cari plugin itu pak, copy fungsi PHP-nya ke functions.php :D. Saya mencoba meminimalkan plugin, plugin yang fungsinya sederhana biasanya saya copy script-nya ke functions.php

  3. by kampus blog on 22 October 2010 at 6:04 pm. # | Reply

    salam kenal mas.. kunjungan perdana

    • by Aris FM on 23 October 2010 at 11:28 am. # | Reply

      Salam kenal juga ;)

  4. by DV on 23 October 2010 at 11:47 am. # | Reply

    Ris, mbok aku ditulungi.. aku bar upgrade wp trus plugins auto excluded comment (ngga ngitung komen kita senndiri) koyone kehapus.
    Aku lagi sibuk banget, mbok ditulungi installke maning :)

    • by Aris FM on 23 October 2010 at 11:57 am. # | Reply

      Lha itu pake plugin Comments Count Filter bisa kan? wes tak sediakan link-nya, tinggal donlot. Mosok aku disuruh nginstalke, berarti kudu mlebu dasbor blog mu kan?

  5. by ajundi14 on 23 October 2010 at 8:40 pm. # | Reply

    wah, tentang bahasa nih, hehehe saya pake yang standar aja mas. gak ngerti bahasa-bahas gituan sih. salam kenal yah, ini juga kunjungan perdana :)

    • by Aris FM on 23 October 2010 at 9:17 pm. # | Reply

      maksudnya bahasa apa ya? ini membahas theme wordpress kok mas ;)

  6. by t a u f i x on 5 June 2011 at 11:05 pm. # | Reply

    Owh jd plugin yg di instal itu bisa dibilang “menambal” functions.php ya. . .

    Saya masih belum berani ngedit langsung functions.php, klo error benerinnya ntar repot. hehehe

  7. by Semua Ada on 17 July 2011 at 4:56 pm. # | Reply

    no 1 tetap saya pakai dengan diambah wp optimize mas :)

  8. by DSLR-A900 on 17 November 2011 at 12:24 am. # | Reply

    Tidak ada terhadap artikel, tapi saya tidak setuju dengan beberapa poin untuk extenct beberapa. Aku mungkin minoritas meskipun, lol. Terima kasih untuk berbagi.

1 Pingbacks

  1. [...] Untuk desain blog sendiri sih bisa saja kita masukkan fungsi tag cloud secara manual dengan memasukkan kode PHP <?php wp_tag_cloud(' '); ?> di bagian tertentu, biasanya di sidebar. Tapi kalau kita ingin membuat theme untuk publik atau klien menurut saya ini kurang baik karena mengurangi fleksibilitas end-user (pemakai) untuk mengatur layout blognya, tidak semua orang ingin menampilkan awan tag kan? Cara yang lebih baik adalah dengan mengubah pengaturan default widget awan tag default WordPress dengan membuat fungsi di functions.php. [...]

Leave Your Comment Here