Kemarin, tanggal 21 November jam 21.00 WIB, saya memutuskan untuk menonaktifkan akun facebook saya. Keputusan ini adalah bagian dari rencana “bunuh diri” dari jejaring sosial yang sudah saya pikirkan sejak beberapa waktu yang lalu.

Kenapa Meninggalkan Facebook?
Alasan utama saya adalah karena saya sudah tidak membutuhkan facebook lagi. Fungsi utama facebook sebagai “penghubung dengan teman” sudah jarang sekali saya pakai, facebook lebih sering saya gunakan sebagai tempat bermain game :D.
Alasan yang lain adalah masalah privasi. Bukan privasi saya yang menjadi masalah sebenarnya, yang menjadi masalah adalah privasi teman-teman saya. Sering saat membuka facebook saya menemukan status atau data pribadi teman yang tampaknya kurang layak jika diumbar di ruang publik, seperti misalnya masalah kerja atau masalah rumah tangga. Selain itu saya juga kurang cocok dengan kebijakan privasi facebook. Sekedar info: walaupun kita sudah menonaktifkan akun tapi data kita masih disimpan oleh facebook dan mereka juga masih bisa mengirim notifikasi ke alamat email kita. Jadi misalnya kita ingin mengaktifkan akun facebook lagi cukup dengan memasukkan alamat email dan password facebook yang dulu. Menurut saya kebijakan ini cukup berbahaya bagi pengguna.
Alasan terakhir adalah twitter. Saat ini saya merasa lebih nyaman menggunakan twitter, lebih sederhana dan “tidak terlalu sosial”. Di twitter masalah privasi menurut saya hampir tidak ada, kecuali anda memakai twitter untuk “chatting” :P.
… … … … …
Walaupun saya telah meninggalkan facebook tapi saya tetap berterima kasih kepada Mark Zuckerberg atas ciptaannya yang hebat ini. Terima kasih karena telah menghubungkan saya dengan teman-teman, baik teman lama maupun baru. Terima kasih karena telah membuat saya terhibur dengan game-game di dalamnya yang keren, terutama Farmville dan Zynga Poker. Terima kasih telah membuat banyak teman saya menjadi melek internet hanya karena facebook. Dan yang terakhir adalah terima kasih karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari facebook selama kurang lebih 2 tahun :)
Sumber gambar www.okisocial.com
saia menggunakan vacebuk hanya untuk pamer foto…hahaa
Saya juga dulu senang pamer foto :)
Ada masanya kita mulai merasa bosan atau merasa tidak cocok. Begitulah sifat produk teknologi, tidak ada yang abadi.
Iya pak, yang patah tumbuh dan yang hilang berganti. Mungkin nanti kalau ada sosial media baru yang menarik saya akan bergabung lagi
Numpang info, semalam lebih dari 340 orang tewas dalam tragedi jembatan di diamond island kamboja, mohon doakan semoga tidak ada orang indonesia didalamnya. info lebih lanjut ada di blog saya.
Turut berduka cita kepada korban tragedi itu, semoga saja tidak ada orang Indonesia Pak
Saya malah baru pengen belajar pemrograman facebook mas Aris meskipun saya sendiri sudah jarang menggunakan facebook, update status pun hampir gak pernah..
Kalau bisa buat aplikasi yang otomatis bisa share data2 tertentu ke wall orang lain tentu sangat menguntungkan untuk branding bisnis kita nantinya..
Menarik juga sepertinya konsep anda, semoga saja berhasil. Oh ya sebisa mungkin jangan sampai mengganggu pengguna sebab selama ini menurut saya banyak aplikasi yang cukup mengganggu seperti melakukan auto-post ke wall dan sebagainya :)
Amien, bener sekali mas Aris dulu ada banyak sekali aplikasi gift yang membanjiri wall facebook tanpa seijin kita. Untungnya pihak facebook tanggap akan hal itu.
Kalau rencana konsep saya ini hanya dalam bentuk bill/struk menu yang sudah dipesan oleh pembeli tentunya mereka tidak akan keberatan. Kemarin sudah saya tanyakan ke mas Didats dan beliau bilang pada dasarnya bisa namun beliau belum pernah mencobanya…
Setiap pribadi punya alasan…
Bagiku, social network adalah sebuah invention yang harus ditanggapi dengan baik karena kita adalah makhluk sosial.
Aku tak berniat (barangkali belum) untuk melakukan bunuh diri di soc med, terutama di dua terbesar, facebook dan twitter. Alasanku simple, aku ingin bersosialisasi :)
Tapi bagaimanapun juga, kuhormati keputusanmu, Sob :)
Saya juga sebenarnya belum yakin banget mau bunuh diri dari socmed, buktinya sampai sekarang masih aktif di twitter (meskipun menurutku fungsi utama twitter bukan sebagai socmed). Alasanku menghapus facebook sebenarnya lebih karena bosan :D
Bayak yang bilang Twitter lebih praktis dari Facebook, saya sendiri lebih ngerti pake Facebook daripada Twitter :P
Gunakanlah media yang cocok untuk kebutuhan, fungsi twitter berbeda dengan facebook :)
FB bisa digunakan untuk membentuk jaringan untuk donasi bencana loh.. :)
Twitter juga bisa kok, bahkan menurut saya lebih cepat. Tapi memang facebook mempunyai beberapa kelebihan dalam membentuk jaringan seperti misalnya dengan menggunakan fitur group.
Betul :P
Wah, senior facebook memutuskan pensiun nih. Saya masih belum lama sih aktif di facebook. Itu pun saya masih jarang login. Paling cuma saya gunakan untuk ngirim pesan ke beberapa teman. Kadang saya gunakan untuk berbagi informasi yang diperlukan teman-teman kuliah saya.
Twitter? Saya sudah daftar dan bikin akun sih di situ, tapi login cuma sekali (pas abis daftar). Pengen juga sih mencoba aktif di Twitter.
Tidak ada senioritas dalam facebook Pak :).
Interaksi dengan teman-teman di facebook akhir-akhir ini saya rasakan makin jarang, jadi saya pikir tak punya facebook pun tak masalah, kalau toh nanti ada perlu dengan teman bisa lewat SMS atau email (saya akui kalau cara berpikir saya kuno).
Tanpa facebook memang menjadi sedikit lebih sulit berkomunikasi dengan teman karena facebook juga sudah bisa menggantikan fungsi email.
Twitter bagi saya adalah sebuah tempat yang cukup nyaman untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa khawatir akan masalah privasi :)
Waw keputusan yang menurut saya sangat sangatlah berat. Soalnya Fesbuk udah jadi tool utama koneksi dengan teman lama, SD SMP SMA dll. Pamer foto, sama komunikasi antar client :) btw great step, seandainya saya juga bisa berhenti saya pengen :(
Kalau facebook masih bermanfaat ya jangan ditutup. Dalam kasus saya facebook memang sudah tidak/kurang bermanfaat lagi, jadi keputusan ini tidak terlalu berat untuk saya. Apalagi kalau misalnya suatu saat butuh facebook lagi juga bisa buat lagi kan ;)
Saya juga jarang update data di FB, paling di twitter saja. Tetapi saya belum ada rencana untuk hengkang menggunakan FB karena info-info bisnis yang saya geluti menggnakan layanan tersebut untuk memberitahukan anggotanya. :P
Mungkin suatu saat kalau benar-benar membutuhkan facebook lagi saya juga akan aktif kembali kok Pak. Sekarang sih karena memang bosan dan tidak terlalu bermanfaat :)
pasti keputusannya udah di pikir matang-matang ya?? Berat juga untuk benar-benar “bunuh diri” di FB, palingan “mati suri” masih mending. Tapi yang penting tetap eksis aja di internet, good luck aja buat cekerholic. :)
Tentu saja saya sudah mempertimbangkan keputusan saya. Bukan tidak mungkin suatu saat saya akan membuat facebook lagi, tergantung kebutuhan :)
Facebook juga bisa buat membela kebenaran (seperti kasus Bibit Chandra versus Anggodo dan Prita dengan RS OMNI). So… Gunakan saja secara bijak.
Hahaha betul juga, tapi di twitter juga bisa kan?
makin banyak yang pergi dari facebook..
saya sementara ini masih bertahan
Seperti pepatah “yang patah tumbuh yang hilang berganti”. Eh tapi kalo facebook lebih cocok peribahasa “hilang satu tumbuh sejuta” :D
Benar mas saya juga skrg dah pake Twitter Hheee….
salam knl ya mas….
jika berkenan silahkan mampir balik…..
salam kenal juga :)
wah,si mas sudah tidak bermain facebook ya ?
saya sih rasanya mau meninggalkan facebook juga karena sekarang banyak anak-anak remaja yang baru bisa bermain facebook terus mereka ALAY ! ya,ALAY difoto , distatus , dimana-saja mereka selalu sok ALAY !!!
terkadang saya sempat jengkel melihat status orang difacebook yang menggunakan kata-kata alay dan nama alay. Hal tersebut dapat merusak Citra Bahasa Indonesia dimata dunia.
thank.
Desainer memang komunitasnya di twitter. Ada blue whale baru pada pindah ke FB.
Saya cuma make FB untuk game, Mafia Wars, dan sedikit koneksi dengan teman nyata. Rasanya belum sanggup keluar dari FB, account saya kalau dijual ke maniak Mafia Wars bisa sampai $100!
Wow! ternyata anda penggemar Mafia Wars ya, kalau saya penggemar Poker. Bahkan sampai sekarang saya masih punya beberapa akun facebook fake untuk bermain poker (ini termasuk kejahatan bukan ya?).
Jangan keluar dari facebook dulu pak, tunggu sampai harganya $1000 baru dijual :D
Senangnya ada yang sejalan sehaluan. Goodbye Pesbuk! :D
Saya juga mo berterima kasih ma Mark Zuckerberg, dg hadirnya facebook banyak orang indnsia jd melek intrnet, dan juga mereka jadi senang belajar Kmpter. dan semakin banyak tmn2 q yg ingin jd programer..???
Imbasnya q jd ada tmn wat bljar brsama, mskipun msih menggurui…
hems…. ia juga bosen….
sekarang aku udah jrng maen facebOOk…tak seperti dulu… gie…
tp klo friendster jaamn dulu jangan ditanya lagi ampek browserx ketap ketip krna kbanyaan script hehe.. tuing2….
sekarang facebook penggantinx… waduh.. g bisa maen script lagi deksana… hems… bosen…
yang enak script sendiri aja di blog kekeke… pengganti facebook….
salut buat abang yang bisa ninggalin faceBuuK..
log aku msh blom isa.. cuz msh hub. skula n komunitas :)
salut2…..
smoga lebh baik kekekekek….