Tentang Regina Spektor

Regina Spektor

Suatu malam di pertengahan 2010, saya mendengarkan lagu Better secara tak sengaja dari last.fm radio. Saat itu saya belum tahu siapa yang membawakan lagu itu, suaranya masih asing di telinga, tetapi lagunya sangat easy-listening. Didorong oleh rasa penasaran, saya segera mencari informasi seputar lagu itu. Akhirya setelah googling, saya tahu nama si empunya suara dibalik lagu itu, Regina Spektor. Sekali lagi, nama ini juga terdengar asing di telinga saya, apalagi pengetahuan musik saya sangat terbatas.

Akhirnya saya memutuskan untuk men-download 1 albumnya, Begin to Hope. Setelah mendegarkan beberapa lagunya, ternyata cukup sulit untuk menikmati album ini, karakter vokalnya aneh, musiknya aneh, benar-benar sulit untuk dinikmati. Selama berbulan-bulan lagu yang saya nikmati hanya 2, Better dan Samsons. Lagu-lagu yang lain bernasib seperti ribuan lagu lainnya di komputer, sebagai pemenuh harddisk.

Didorong rasa penasaran, saya mencoba men-download album-album lainnya dari Regina Spektor. Akhirnya saya menemukan pencerahan lewat salah satu lagu yang sampai sekarang menjadi favorit saya, Us *dari album *Soviet Kitsch. Dari lagu inilah kecintaan saya terhadap Regina Spektor memuncak. Lagu ini menurut saya adalah salah satu lagu terbaik yang pernah ia ciptakan. Paduan antara piano, biola dan suara Regina Spektor yang eksentrik menyatu dengan sangat sempurna dalam lagu ini.

Klip Video Us

Lagu lain yang segera menyita perhatian saya adalah Folding Chair. Lagu yang sangat asyik dinikmati, irama musiknya akan membuat anda tidak bisa menahan diri untuk tidak bergoyang, vokal Spektor juga terdengar sangat renyah. Ada juga Hotel Song yang di sepanjang lagunya terdengar suara tepukan tangan. Lalu 20 Years of Snow yang memamerkan kehebatannya memainkan piano.

Dalam beberapa lagunya dia juga memasukkan unsur-unsur suara aneh dan sangat tidak biasa untuk sebuah lagu. Ada suara seperti cegukan dalam lagu Us ketika dia melantunkan suara “contagius“. Ada juga suara seperti rintihan dalam 20 Years of Snow. Dalam lagu Lounge *dia memainkan bibir dengan bersuara “brrrrrt brrrrt”, seperti ketika kita menirukan suara (maaf) kentut dengan mulut. Tapi yang menurut saya paling aneh dan agak menjijikkan adalah suara seperti orang meludah dalam lagu *Daniel Cowman. Keunikan musiknya inilah yang justru membuat saya makin jatuh hati dengan Regina Spektor.

Saya kadang susah untuk menjelaskan ketika ditanya orang kenapa saya tergila-gila dengan Regina Spektor. Saya cinta karakter vokalnya, saya cinta keeksentrikannya, saya cinta dengan kekayaan musiknya, saya cinta dengan suara pianonya, dan saya cinta dengan ke-anti-folks-an dan ke-anti-mainstream-nya.

gambar diambil dari last.fm

© 2013 Aris FM. Proudly powered by Middleman & Github