Bukan suatu kesengajaan kalau redesain blog ini berbarengan dengan launching album baru Regina Spektor, What We Saw from the Cheap Seats. Kebetulan banget pas Mbak Regina rilis album baru, 29 Mei kemarin, saya juga sedang menyiapkan desain baru. Jadi seolah-olah redesain blog ini dalam rangka merayakan peluncuran album baru Regina Spektor
.
Sebenarnya saya hanya berniat nulis tentang redesain blog ini. Tapi karena kebetulan artis favorit saya bikin album baru, nggak ada salahnya kalo sekalian saya review juga album barunya
.
Redesain
Sebenarnya sudah lama banget saya bosen dengan desain yang lama, namanya juga hobi ngoprek, bentar-bentar bosen. Setelah bikin mockup desain beberapa kali, akhirnya saya ada juga desain yang sreg di hati, dan lagi-lagi minimalis.
Saya memilih desain 1 kolom tanpa sidebar agar fokus pengguna benar-benar ke konten. Widget tetap ada, tapi saya pindah ke bawah, diatas footer. Untuk tipografi, saya kali ini memilih menggunakan keluarga sans-serif sebagai font utama, yaitu Asap dari Google Web Font. Saya merasa font ini sangat sempurna dari segi keterbacaan maupun estetika. Navigasi halaman juga sekarang saya serahkan kepada plugin WP-pagenavi. Untuk elemen-elemen yang lain tampilannya standar, saya hanya bermain dengan background dan garis untuk memperjelas pemisah antar elemen.
Secara umum saya sangat puas dengan desain saat ini, simpel dan minimalis. Saya sangat menghargai kalau anda bersedia memberi saran atau kritik
.
What We Saw from the Cheap Seats
Beralih ke album baru Regina Spektor, What We Saw from the Cheap Seats. Album ini diproduseri oleh Mike Elizondo yang juga produser Maroon 5 dan Avenged Sevenfold. Dirilis tanggal 29 Mei 2012, album ini mengusung single andalan All The Rowboats. Lagu ini dibuka dengan irama electro-funk sehingga saya sempat mengira Regina telah berganti haluan menjadi DJ. Baru di tengah-tengah lagu dia mengembalikan ciri khasnya: suara piano nan klasik
. Sebuah eksperimen yang cukup berhasil menurut saya.
Lagu lain yang segera mencuri perhatian saya adalah Don’t Leave Me (Ne me quitte pas). Single ini sebenarnya bukanlah lagu baru, Ne me quitte pas pernah muncul di album Songs (2002). Lagu yang aslinya terdengar sangat klasik diaransemen total menjadi sebuah lagu ceria dengan, lagi-lagi, tambahan unsur elektronik seperti drum elektronik dan terompet sintetis. Kerinduan akan vokal dan suara piano khas Regina akhirnya terobati juga dalam single seperti Firewood, Jessica, Open dan The Party. Lagu-lagu yang terdengar sangat Regina banget
.
Secara umum, album ini sangat keren. Walaupun Regina Spektor banyak membuat eksperimen baru di album ini, tapi menurut saya eksperimen itu cukup berhasil. Apalagi dia juga tetap memunculkan ciri khas dan karakter utamanya di beberapa lagu. Tambahan 3 bonus track non-album semakin melengkapi kesempurnaan album ini.