Cekerholic

Personal Playground of Aris FM

Pembajak Musik Berkelas

29 Apr 2012 musik 2 Comments

Sebagai pecinta musik, saya tergolong agak riwil dalam urusan file musik, terutama MP3. Walaupun sampai sekarang semua koleksi musik saya masih bajakan, tapi saya mempunyai standar tinggi dalam urusan file MP3, saya adalah seorang pembajak musik berkelas. Biar bajakan tapi harus berkualitas™

Syarat pertama dan paling mutlak adalah bit rate-nya harus tinggi, minimal 192 Kb/s, lebih bagus lagi kalau 320 Kb/s. Walaupun banyak yang bilang kalau bit rate 128 Kb/s sudah bagus, tapi bagi kuping saya yang riwil ini 128 masih terlalu jelek. Apalagi kalau didengerin lewat headset, detail dan kejernihan suaranya kurang, kadang treble-nya juga terlalu tinggi sehingga agak nylekit di kuping :P. Tapi, kadang saya masih toleran juga sih dengan 128 Kb/s, toleransi diberikan apabila lagu itu agak susah dicari dan nemunya cuma kualitas segitu. Jadi ya mau gak mau harus nrimo.

Syarat yang kedua adalah file MP3 harus punya ID3 atau metadata lengkap, lebih bagus lagi jika dilengkapi dengan album cover. Bagi sebagian orang, mungkin hal ini gak penting, toh gak ada ID3 juga tetep bisa didengerin lagunya. File mp3 tanpa ID3 (atau ID3-nya berantakan) adalah kejahatan terhadap musik bagi saya :D, apalagi saya tergolong banci scrobbling ke last.fm. Setiap kali men-download lagu, selalu saya cek ID3-nya, minimal harus ada nama artis dan judul lagunya, lebih bagus lagi kalau komplit seperti ini:

passion-pit

Musik dengan ID3 yang kurang lengkap biasanya langsung saya edit. Kalau file-nya cuma dikit bisa langsung dari file properties di Windows 7, untuk bulk edit saya biasanya memakai sebuah program freeware bernama ID3-TagIT. Dengan program ini, kita bisa mengisi ID3 berdasarkan nama file dengan filter yang bisa disesuaikan. Misalnya ada 1 album MP3 dengan nama tiap file seperti ini: “06 – ANDREA CORR – CHAMPAGNE FROM A STRAW”, maka filter-nya akan seperti ini: <nomor trek> - <nama artis> - <judul lagu>. Jadi gak usah capek-capek ngetikin satu-satu.

Karena saya juga pengguna ponsel android dan kadang men-download MP3 langsung dari ponsel, maka saya juga harus membersihkan dan melengkapi ID3 langsung dari ponsel. ID3 editor tersedia cukup banyak di Google Play, tapi yang biasanya saya pakai adalah Mixzing Media Player, pemutar musik sekaligus ID3 editor dan album art grabber.

Dengan koleksi musik yang berkualitas dan memiliki ID3 lengkap (walaupun bajakan), saya merasa ada kepuasan tersendiri ketika menikmatinya. Yeah, seenggaknya kita masih sedikit menghargai karya orang walaupun telah mencurinya.

§

Tentang Regina Spektor

12 Feb 2012 musik 4 Comments

Regina Spektor

Suatu malam di pertengahan 2010, saya mendengarkan lagu Better secara tak sengaja dari last.fm radio. Saat itu saya belum tahu siapa yang membawakan lagu itu, suaranya masih asing di telinga, tetapi lagunya sangat easy-listening. Didorong oleh rasa penasaran, saya segera mencari informasi seputar lagu itu. Akhirya setelah googling, saya tahu nama si empunya suara dibalik lagu itu, Regina Spektor. Sekali lagi, nama ini juga terdengar asing di telinga saya, apalagi pengetahuan musik saya sangat terbatas.

Akhirnya saya memutuskan untuk men-download 1 albumnya, Begin to Hope. Setelah mendegarkan beberapa lagunya, ternyata cukup sulit untuk menikmati album ini, karakter vokalnya aneh, musiknya aneh, benar-benar sulit untuk dinikmati. Selama berbulan-bulan lagu yang saya nikmati hanya 2, Better dan Samsons. Lagu-lagu yang lain bernasib seperti ribuan lagu lainnya di komputer, sebagai pemenuh harddisk.

Didorong rasa penasaran, saya mencoba men-download album-album lainnya dari Regina Spektor. Akhirnya saya menemukan pencerahan lewat salah satu lagu yang sampai sekarang menjadi favorit saya, Us dari album Soviet Kitsch. Dari lagu inilah kecintaan saya terhadap Regina Spektor memuncak. Lagu ini menurut saya adalah salah satu lagu terbaik yang pernah ia ciptakan. Paduan antara piano, biola dan suara Regina Spektor yang eksentrik menyatu dengan sangat sempurna dalam lagu ini.


Klip Video Us

Lagu lain yang segera menyita perhatian saya adalah Folding Chair. Lagu yang sangat asyik dinikmati, irama musiknya akan membuat anda tidak bisa menahan diri untuk tidak bergoyang, vokal Spektor juga terdengar sangat renyah. Ada juga Hotel Song yang di sepanjang lagunya terdengar suara tepukan tangan. Lalu 20 Years of Snow yang memamerkan kehebatannya memainkan piano.

Dalam beberapa lagunya dia juga memasukkan unsur-unsur suara aneh dan sangat tidak biasa untuk sebuah lagu. Ada suara seperti cegukan dalam lagu Us ketika dia melantunkan suara “contagius“. Ada juga suara seperti rintihan dalam 20 Years of Snow. Dalam lagu Lounge dia memainkan bibir dengan bersuara “brrrrrt brrrrt”, seperti ketika kita menirukan suara (maaf) kentut dengan mulut. Tapi yang menurut saya paling aneh dan agak menjijikkan adalah suara seperti orang meludah dalam lagu Daniel Cowman. Keunikan musiknya inilah yang justru membuat saya makin jatuh hati dengan Regina Spektor.

Saya kadang susah untuk menjelaskan ketika ditanya orang kenapa saya tergila-gila dengan Regina Spektor. Saya cinta karakter vokalnya, saya cinta keeksentrikannya, saya cinta dengan kekayaan musiknya, saya cinta dengan suara pianonya, dan saya cinta dengan ke-anti-folks-an dan ke-anti-mainstream-nya.

gambar diambil dari last.fm

§

Belkastrelka

05 Oct 2011 musik 3 Comments

Belkastrelka

Belkastrelka adalah sebuah band indie bergenre pop elektronik dari Yogyakarta yang digawangi oleh Yennu Ariendra dan Asa Rahmana. Saya dikenalkan dengan band ini oleh teman saya beberapa waktu yang lalu. Yang membuat saya tertarik untuk pertama kalinya dengan band ini adalah namanya yang unik dan sukar dieja, Bel-kas-trel-ka. Butuh waktu berhari-hari untuk melemaskan lidah agar bisa mengucapkan nama band ini dengan benar :D.

Band ini mengaransemen musiknya hanya dengan bantuan komputer, yaitu menggunakan software bernama Fruity Loops atau FL Studio. Saat ini Belkastrelka sudah meluncurkan satu album berjudul Penyusup Misterius dan Suara Suara Aneh dari Kamar yang dibagikan secara gratis lewat YES NO WAVE Music. Lirik lagunya rata-rata terdengar seperti sebuah cerita atau dongeng yang cukup cerdas dan menggelitik. Cobalah simak salah satu lirik lagu berjudul PENYUSUP berikut ini :

malam sudah lama pergi, tidak dari kamarmu
komputermu masih menyala, memainkan lagu yang belum selesai

seseorang menyelinap masuk, mengutukmu dengan kehilangan
ini hari yang biasa, kau lelap dalam mimpi-mimpi yang biasa
tentang malam, tentang malam-malam atau tentang hujan
tentang cinta, cinta semalam mungkin juga kenangan
seseorang mencuri mimpimu dan rokokmu yg baru saja kau nyalakan

ia mengambil apa saja tanpa menyisakanmu apa-apa

Dengan warna musik yang cukup unik, Belkastrelka mampu mengobati kerinduan saya akan lagu lokal yang berkualitas dan tidak menye-menye :D. Jika tertarik mendengarkan, anda bisa mengunduhnya secara gratis dan tentu saja legal di YES NO WAVE Music.

§

Last.FM Free Music Player: Membuat Google Chrome menjadi Pemutar Musik

Anda tahu last.fm? ini adalah sebuah jejaring sosial berbasis musik. Di last.fm kita bisa memamerkan apa musik yang sedang kita dengar kepada teman-teman kita. Kita juga bisa mendengarkan musik secara langsung dari last.fm sepuasnya dengan berlangganan dengan harga $3 per bulan, untuk pengguna yang tidak ingin berlangganan diberi kesempatan untuk mendengarkan 30 lagu secara gratis setiap bulan.

Baru-baru ini saya menemukan 2 cara untuk mendengarkan musik secara gratis dan tak terbatas dari last.fm. Yang pertama adalah dengan menggunakan pemutar musik Rythmbox bagi pengguna Linux (saya menggunakan Ubuntu). Cara yang kedua lebih mudah, yaitu cukup menggunakan peramban Google Chrome dengan ekstensi bernama Last.fm Free Music Player. Saya tidak tahu apakah kedua cara ini legal, soalnya tidak ada penjelasan tentang legalitas menggunakan kedua cara ini.

Kali ini saya akan menulis mengenai cara yang kedua, yaitu dengan menggunakan ekstensi Last.fm Free Music Player di Google Chrome. Langkah yang pertama adalah memasang ekstensi Last.FM Free Music Player di Chrome, bisa diunduh disini. Setelah ekstensi ini terpasang akan muncul ikon last.fm di sebelah kanan address bar. Selanjutnya tinggal buka situs last.fm dan cari artis atau lagu kesukaan anda, di sebelah kiri judul lagu otomatis akan muncul ikon “play” berwarna biru, cukup klik ikon itu maka otomatis lagu akan terputar. Berikut screenshot-nya:

read full post »

§

Dangdut (tidak) akan mati

01 Jun 2010 musik 28 Comments

Banyak orang yang beranggapan kalau musik dangdut akan segera tenggelam, tergerus oleh gempuran musik-musik “modern”. Kalau dilihat dari semakin sedikitnya lagu atau artis dangdut baru yang muncul, boleh jadi anggapan itu benar. Tapi kalau dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap musik dangdut, saya dengan mantap dan penuh keyakinan akan mengatakan “musik dangdut belum mati dan tidak akan pernah mati!!”

Dangdut seringkali dianggap sebagai musik ndeso, ketinggalan jaman, seronok, dan nggak gaul. Di facebook sering sekali saya menemukan seorang user yang menuliskan kata-kata seperti “musik apa aja kecuali dangdut!” di info profilnya. Bahkan sebuah grup yang bernama All About Music secara terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai grup anti dangdut. Sungguh aneh, wong namanya aja semua tentang musik kok nggak mau ngakuin dangdut, emang dangdut bukan musik ya?

Jujur, saya dulu juga malu untuk ngakuin kalo saya adalah pecinta dangdut. Rasanya malu aja kalau sampai teman-teman tahu kalo saya suka dangdut :D. Padahal, kalau ada konser dangdut atau Organ Tunggal saya hampir tidak pernah absen :lol:

Sejak kecil saya sudah kenal musik dangdut jauh sebelum saya mengenal musik lainnya. Di radio saban hari selalu dipenuhi dengan program musik dangdut, Organ Tunggal pun sering tampil saat ada hajatan seperti nikahan atau sunatan. Tak heran kalau telinga pun akrab dengan suara seruling dan gendang. Lagu-lagu dari artis dangdut seperti Rhoma Irama, Meggy Z, dan Evie Tamala pun hafal di luar kepala.

Kenapa sekarang dangdut tak lagi berjaya di udara seperti dulu?

Jawabannya sangat beragam. Pertama ya itu tadi, banyak yang merasa malu dan gengsi untuk mengakui kalau dia suka dangdut. Kedua, musik dangdut dianggap hanya laku di kalangan menengah ke bawah sehingga banyak dapur rekaman enggan menggarapnya. Ketiga, banyak artis dangdut (terutama yang kelas kampung) merendahkan martabat dangdut sendiri dengan menjual goyangan nan vulgar bin seronok. Dan masih banyak lagi alasan lainnya, silakan disebutkan sendiri :D

Dapatkah dangdut berjaya kembali?

Terus terang saya sendiri ragu apakah dangdut bisa kembali menggapai masa jaya seperti ketika jaman Rhoma Irama dengan Sonetta-nya itu. Tapi saya berharap suatu saat akan muncul kembali raja-raja dan diva-diva dangdut yang bisa mengibarkan kembali panji-panji dangdut.

Dangdut boleh saja tenggelam ditelan musik-musik pop melayu dan musik-musik lainnya, tapi dangdut tidak akan pernah mati. Setidaknya sampai sekarang saya masih melihat kejayaan dangdut melalui kelompok musik dangdut seperti Monata, Palapa dan lain-lainnya yang masih laris manis manggung di berbagai daerah. Dan saya pun sekarang dengan bangga akan mengatakan “Dangdut is the Music of My Country”. Digoyang mas!!! ser … ser … ser …

gambar diambil tanpa izin dari Google

§